MEMPELAJARI METODE PENELITIAN KOMUNIKASI KUALITATIF DI SEMESTER AKHIR
Hai aku mau sedikit cerita nih tentang perkuliahan aku sekarang , sekarang aku lagi belajar tentang Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. sekarang aku sudah di semester akhir dan sebentar lagi aku mau skripsian alhamdulillah tinggal sebentar lagi nih aku bisa lulus wkwk tapi aku harus nyelesain semester ini dulu dong biar bisa lanjut skripsian. Dan itu gak mudah butuh perjuangan pengorbanan dan mental yg kuat apa lagi sekarang aku uda jadi mamak-mamak anak 1 yg punya anak bayikk hahha bissmillah aku harus bisa doain yaa guys :)
Motivasi aku kuliah Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif adalah untuk menambah ilmu dan wawasan lebih banyak lagi tentang Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti objek yang alamiah, (sebagai lawannya dari eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, tehnik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif . Penelitian kualitatif penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kuatitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.
Ciri - ciri Penelitian Kualitatif
Untuk lebih memahami mengenai penelitian kualitatif, berikut adalah ciri-ciri dasar yang perlu diketahui:
- Bersifat deskriptif analitis, terlihat dari caranya mengumpulkan dan merekap data yang bukan dicatat dalam bentuk angka namun penjelasan sejelas-jelas dan sedalam-dalamnya.
- Bersifat induktif, yaitu peneltiian dimulai dari data atau fenomena yang ada di lapangan yang kemudian memunculkan teori.
- Menggunakan teori yang sudah ada sebagai pedoman dan pendukung, karena meski berangkat dari data namun tetap saja teori digunakan sebagai fokus pembatas dari objek penelitian. )
- Berfokus pada makna yang terdapat dalam suatu fenomena yang diteliti, yang dapat digali dari persepsi objek penelitian.
- Mengutamakan akan pentingnya proses penelitian yang berjalan, bukan semata mengacu pada hasil yang ingin dicapai.
Materi yang saya sukai di perkuliahan Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif adalah Sejarah metode penelitian kualitatif Penelitian kualitatif memiliki akar dan sejarah panjang.Periodisasi metodologis penelitian kualitatif tidak berlangsung secara linier, melainkan simultan. Artinya, metode yang berkembang pada masing-masing periode sejarah penelitian kualitatif hingga kini masih sering dipakai oleh para peneliti. Metode penelitian kualitatif terus berkembang seiring dengan perkembangan teori-teori sosial dan filsafat. Misalnya, hermeneutika, strukturalisme, semiotika, fenomenologi, studi budaya, interaksionisme simbolik, konstruktivisme, etnometodologi, teori kritis, neo-Marxisme, dan feminisme semuanya menjadikan paradigma, strategi dan metode analisis data penelitian kualitatif sangat kompleks dan rumit. Menurut Arthur J. Vidich dan Standford M. Lyman, sejarah kelahiran penelitian kualitatif dimulai oleh para peneliti etnografi selama abad ke-17. Selama periode tersebut peneliti kualitatif melibatkan para peneliti Barat yang melakukan penelitian tentang adat istiadat, praktik, dan perilaku masyarakat primitif untuk memahami pihak lain (the others).
Selama periode itu pula, “pihak lain” atau yang dalam sosiologi lazim disebut “the others” sering disebut sebagai “bukan orang putih” (non-White persons) yang hidup di masyarakat yang dianggap kurang beradab dibanding dengan masyarakat di mana para peneliti tinggal. Para peneliti sebelumnya pada abad ke-15 dan 16 pernah mengalami kesulitan untuk memahami “masyarakat primitif yang mereka temukan itu dalam Dunia Baru (New World), Persoalan muncul ketika peneliti berusaha menjelaskan keberadaan kelompok masyarakat semacam itu berdasarkan pandangan kitab suci (Injil) dan penjelasan terkait dengan sejarah geografi dan asal mula manusia.Memahami perbedaan rasial dan kultural dan keterbatasan ajaran agama (Kristen) untuk menjelaskan perbedaan tersebut, para peneliti etnografi itu sepakat menempatkan perbedaan itu dalam teori baru tentang asal mula sejarah budaya dan ras (racial and cultural historical origins).
Dan ini ada beberapa foto saya waktu sedang berada di kampus, di perpustakaan dan lagi membaca buku tentang Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif



